Embun pagi menetes syahdu
Mentari lahir dibalik langit yang
malu-malu
Aku diam termangu
Teriakan rindu bersahutan di dasar
hatiku
Rasa sakit meletup-letup
Bagai didihan air yang dahsyat
Retak hati, hancur harap
Karenamu..
Habis hasrat tinggallah pekat
Kita terpisah
Meski berpijak di tanah yang sama
Endapkan luka
Dalam wajah hari yang muram merana
Rasa sakit ini berbisik pelan
Mengiba pada sosokmu yang tak
berperasaan
Kumohon,
Menolehlah barang sebentar
Sebelum janji setiamu berikrar
Padanya,
Gadis rupawan yang mempercayaimu sebagai
imam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar