Aku adalah pemanah yang takut pada busur panah
Aku adalah pelaut yang takut pada deru
ombak
Aku adalah penerjun yang takut pada
keagungan biru
Dan aku adalah pujangga yang kelu melantangkan
syair-syair cinta
Hasratku bergelora
Ingin menggenggam tanganmu wahai jelita
Tapi apa daya
Cintaku terpendam dalam kebisingan
khayal
Laraku mendaki ke puncak genting
Merangkak sendiri mencari pasti
Lekuk tubuhmu menari-nari
Tertawa manja dalam dekapan lelaki yang
kau pilih
Biarlah
Cintaku menjadi puisi tanpa majas
Seuntai kata tanpa bias
Juga segenap rasa tanpa balas
Tanpamu,
Sang rembulan yang telah pergi bersama
matahari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar