Sabtu, 23 Februari 2013

Air Mata Sang Pujangga


Aku adalah pemanah yang takut pada busur panah
Aku adalah pelaut yang takut pada deru ombak
Aku adalah penerjun yang takut pada keagungan biru
Dan aku adalah pujangga yang kelu melantangkan syair-syair cinta

Hasratku bergelora
Ingin menggenggam tanganmu wahai jelita
Tapi apa daya
Cintaku terpendam dalam kebisingan khayal

Laraku mendaki ke puncak genting
Merangkak sendiri mencari pasti
Lekuk tubuhmu menari-nari
Tertawa manja dalam dekapan lelaki yang kau pilih

Biarlah
Cintaku menjadi puisi tanpa majas
Seuntai kata tanpa bias
Juga segenap rasa tanpa balas
Tanpamu,
Sang rembulan yang telah pergi bersama matahari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar